bahasa indonesia · fiksi

beruang

Alkisah, jauh di pinggiran lembah Silikon, hiduplah keluarga beruang. Rumah keluarga beruang cukup mungil, di pinggir jalan yang sempit, yang bermuara di jalan yang kecil pula. Keluarga beruang cukup bahagia, sebagaimana keluarga-keluarga lainnya yang tinggal di Perumahan Mini. Papa beruang pendiam dan suka bekerja, Mama beruang cerewet dan suka berkebun, Kakak beruang penyabar dan suka melukis,… Continue reading beruang

Advertisements
blairies · english

Eunoia

Please kindly welcome our new title, since she's a bit shy. But why? I think it's time for this blog to grow up. It can't keep hiding under the silly title forever. And the even more foolish tagline at that. (refer to the current tagline and Meet Mia page for the old identities) So with the new… Continue reading Eunoia

bahasa indonesia · capruk cacat · stuffs from lovely people

Jangan dekat-dekat kepada Tuhan

1. Jangan dekat-dekat kepada Tuhan Sebab engkau sudah amat sangat lekat pada dunia. Terlanjur salah pengertian kepada kehidupan. Tidak sungguh-sungguh menelusuri ilmu kematian. Terlalu percaya kepada banyak yang bukan Tuhan 2. Jangan dekat-dekat kepada Tuhan Karena gemerlap dunia sudah menjadi tuhanmu. Dunia rumahmu, dunia jalanmu, dunia tujuanmu. Tak berani engkau berpisah darinya sejenakpun saja. Maka… Continue reading Jangan dekat-dekat kepada Tuhan

bahasa indonesia · capruk cacat

Nguping Melayu – Part 1

"Biasanya sih 3 bulan pertama, masih aneh dengerin kata-kata bahasa melayu. Abis itu juga biasa kok." Tujuh bulan sudah berlalu sejak pertama denger kalimat di atas dari salah satu senpai sesama indonesian. Ya, dengernya sih biasa. Udah ngerti juga, kurang lebih. Tapi untuk nulis blog ttg 'belajar bahasa melayu' rasanya terlalu berlebihan. Takut over-estimated. Jadi kita… Continue reading Nguping Melayu – Part 1

bahasa indonesia · capruk cacat

Ada yang Lebih ‘…’ dari Kartini?

Yang lebih mahal banyak. Maaf saya pinjem iklan obat nyamuk dikit, tapi dipikir-pikir agak pas juga untuk konteks Kartini. '...' itu sengaja dikosongkan, boleh diisi dengan kata apapun yang pas. Patriotik? Cerdas? Revolusioner? Cantik? Bukannya saya kurang respek. Mohon maaf, apalah saya ini dibanding pahlawan nasional yang punya satu hari dan tradisi bertahun-tahun didedikasikan untuk dirinya.… Continue reading Ada yang Lebih ‘…’ dari Kartini?