bahasa indonesia · capruk cacat

Iktsuarpok

Dulu sewaktu masih pakai seragam merah putih, ada tren mengisi biodata di buku teman. Entah siapa yang memulai, tapi selalu diawali dengan nama dan diakhiri dengan pesan & kesan. Mungkin inilah yearbook ala anak SD. Cukup ekonomis karena tidak perlu biaya percetakan. Ketika membaca-baca biodata teman-teman, ada sesuatu yang menarik. Seseorang menulis, "Hal yang paling… Lanjutkan membaca Iktsuarpok

Iklan
bahasa indonesia · capruk cacat

Hoppipolla

Pada zaman dahulu kala sebelum teknologi GPS tercipta, kemampuan menghafal jalan dan membaca peta adalah salah satu syarat bertahan hidup. Terampil menghafal jalan di sekitar tempat tinggal, dan terampil membaca peta di tempat baru. Pertanyaannya, sejak kapan kita mulai menghafal jalan? Semasa kecil dulu kami suka bermain sepeda. Bersepeda serombongan layaknya sekerumunan ikan. Baik dengan… Lanjutkan membaca Hoppipolla

bahasa indonesia · capruk cacat

Greng Jai

Bicara soal budaya, media seringkali membuat stereotype dua kubu: “Budaya Barat” dan “Budaya Timur”. Bagi saya tindakan ini termasuk rasis dan diskriminatif. Walapun begitu, hari ini setelah membaca artikel Bangkok Post untuk Festival Songkran tahun lalu, saya menyadari sesuatu yang mempersatukan kita para penjunjung budaya timur. Ternyata kebanyakan budaya timur punya kesamaan cara jaim. Saya… Lanjutkan membaca Greng Jai

bahasa indonesia · capruk cacat · stuffs from lovely people

Jangan dekat-dekat kepada Tuhan

1. Jangan dekat-dekat kepada Tuhan Sebab engkau sudah amat sangat lekat pada dunia. Terlanjur salah pengertian kepada kehidupan. Tidak sungguh-sungguh menelusuri ilmu kematian. Terlalu percaya kepada banyak yang bukan Tuhan 2. Jangan dekat-dekat kepada Tuhan Karena gemerlap dunia sudah menjadi tuhanmu. Dunia rumahmu, dunia jalanmu, dunia tujuanmu. Tak berani engkau berpisah darinya sejenakpun saja. Maka… Lanjutkan membaca Jangan dekat-dekat kepada Tuhan

bahasa indonesia · capruk cacat

Nguping Melayu – Part 1

"Biasanya sih 3 bulan pertama, masih aneh dengerin kata-kata bahasa melayu. Abis itu juga biasa kok." Tujuh bulan sudah berlalu sejak pertama denger kalimat di atas dari salah satu senpai sesama indonesian. Ya, dengernya sih biasa. Udah ngerti juga, kurang lebih. Tapi untuk nulis blog ttg 'belajar bahasa melayu' rasanya terlalu berlebihan. Takut over-estimated. Jadi kita… Lanjutkan membaca Nguping Melayu – Part 1

bahasa indonesia · capruk cacat

Ada yang Lebih ‘…’ dari Kartini?

Yang lebih mahal banyak. Maaf saya pinjem iklan obat nyamuk dikit, tapi dipikir-pikir agak pas juga untuk konteks Kartini. '...' itu sengaja dikosongkan, boleh diisi dengan kata apapun yang pas. Patriotik? Cerdas? Revolusioner? Cantik? Bukannya saya kurang respek. Mohon maaf, apalah saya ini dibanding pahlawan nasional yang punya satu hari dan tradisi bertahun-tahun didedikasikan untuk dirinya.… Lanjutkan membaca Ada yang Lebih ‘…’ dari Kartini?