bahasa indonesia · movie · review

Bandersnatch, Interactive Movie: A Review

Bagaimana dan jika, masing-masing jika digunakan secara terpisah rasanya tidak ada arti spesial.

Lain halnya dengan Bagaimana Jika—What If, dua kata yang dapat menghantui seseorang dengan penyesalan dan khayalan tentang skenario yang tak pernah terjadi.

Tadi malam saya dan suami menonton film baru Netflix, sebuah film yang dirilis dari serial favorit kami, Black Mirror: Bandersnatch. Film ini disebut “Interactive movie” yang memiliki banyak versi ending, tergantung pilihan kita.

Adakah yang familiar dengan buku cerita “Choose your own adventure”? Salah satu tipe buku semacam ini yang dulu sering saya baca adalah Goosebumps seri petualangan. Di sepanjang cerita, kita akan menjawab pertanyaan atau membuat pilihan. Misalnya jika kita memilih jawaban A, pergi ke halaman 9, sementara jawaban B pergi ke halaman 120, dan seterusnya.

Film Bandersnatch ini menceritakan tentang seseorang yang membuat game klasik tahun 80an yang diadaptasi dari buku petualangan semacam itu. Uniknya, film ini pun menyajikan ceritanya dalam bentuk game. Kita bisa memilih apa yang harus dilakukan karakter utama pada scene-scene tertentu.

Kisah film ini seolah menjawab pertanyaan penting:

“Bagaimana jika kita dapat kembali pada momen-momen dimana kita membuat keputusan yang salah?

Bagaimana jika kita tidak perlu lagi bertanya-tanya bagaimana jika?”

Seperti kebanyakan episode Black Mirror, film ini menunjukkan sisi gelap sifat manusia yang kadang dipengaruhi teknologi.

Bayangkan jika ada alternate universe yang tak terhitung jumlahnya, dimana diri kita membuat keputusan dan pilihan yang berbeda dari universe yang kita jalani saat ini.

Dengan kesadaran dan kemampuan untuk “mencoba lagi”, kembali ke masa lalu dan membuat keputusan berbeda, kita jadi tak peduli lagi akan konsekuensi perbuatan kita, seberapapun jahatnya. Karena kita tak akan menuai benih yang kita tanam.

Film ini mungkin bukan favorit semua orang. Saya tahu sebagian orang cenderung alergi dengan film yang “terlalu banyak omong”. Saya sendiri justru kurang respek dengan film yang isinya action melulu tanpa isi yang berarti.

Saya dan suami cukup suka dengan film Bandersnatch ini. Overall film ini inovatif, menghibur, sekaligus membuka ide topik diskusi yang membuat kami berpikir lebih jauh.

Kamu bebas bertanya-tanya “Bagaimana Jika” sepanjang film dan langsung mendapat jawabannya.

Selamat menonton.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s