bahasa indonesia · capruk cacat

Iktsuarpok

Dulu sewaktu masih pakai seragam merah putih, ada tren mengisi biodata di buku teman.

Entah siapa yang memulai, tapi selalu diawali dengan nama dan diakhiri dengan pesan & kesan. Mungkin inilah yearbook ala anak SD. Cukup ekonomis karena tidak perlu biaya percetakan.

Ketika membaca-baca biodata teman-teman, ada sesuatu yang menarik. Seseorang menulis, “Hal yang paling dibenci: Menunggu”.

Rasanya kebanyakan orang akan setuju bahwa menunggu itu menjengkelkan.

Walau begitu, sebagai bangsa yang beradab, kita seringkali harus menunggu. Bersedia menunggu giliran, menjaga ketertiban, dan menghargai orang lain.

Betapa sedihnya bagi seseorang yang benci menunggu, selalu terpaksa melakukan sesuatu yang ia benci.

Berbagai teknologi tercipta agar kita tak perlu menunggu. Tak perlu lagi menunggu surat di kotak pos selama berbulan-bulan dari Belarus. Tak perlu lagi menunggu negatif film dicetak untuk sekedar melihat mata kita terpejam di foto.

Semuanya terasa cepat. Tak terasa ada sesuatu yang hilang.

Ada sesuatu yang puitis tentang menunggu. Ada penantian di tengah kepenatan. Ada doa di tengah kecemasan. Ada harapan di tengah kegelisahan.

Iktsuarpok, terkadang penantian membuatmu lincah dan bersemangat dengan harapan akan seseorang yang datang.

Bayangkan jika tak ada lagi satu hal pun yang dapat kamu tunggu atau nantikan, pastilah saat itu juga kau bosan tanpa semangat hidup.

Kuharap setidaknya kau tak bosan menungguku!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s