RSS

Teman (bagian I)

06 Dec

Percakapan ini 100% fiktif. Hanya terjadi di dalam kepala saya dan tidak mengacu pada kejadian nyata. Kesamaan nama orang, inisial, atau nama lainnya bukanlah hal yang disengaja.

    MM : Hei, kau lihat orang yang duduk di sana?
    RR : Hm?
    MM : Dia melihat ke arahmu terus.
    RR : Oh ya?
    MM : Iya. Jangan-jangan dia mata-mata.
    RR : Hahaha.
    MM : Mungkin kau mirip seorang buronan yang sedang dicari-cari?
    RR : Atau mungkin, dia hanya terpesona pada ketampananku.
    MM : Geez. Apa kau baru saja mencoba terdengar narsis? Too pathetic, really. Try again.

    Tujuh belas menit kemudian
    MM : Aku tahu! Kalau kuhampiri, mungkin dia akan mengakui siapa dia sebenarnya, meski terpaksa.
    RR : Sudahlah, biarkan saja dia.
    MM : Yakin, kau tak mengenalnya? Jangan-jangan sebenarnya dia temanmu.
    RR : Nope. Aku yakin bukan.
    MM : Mengapa kau yakin? Kau bahkan tak bisa melihat wajahnya dengan jelas.
    RR : Intuisi.
    MM : Hmpfh. Bilang saja kau tak punya teman.
    RR : Sembarangan kau..
    MM : Eh, benar ya?
    RR : Apa?
    MM : Kau tak punya teman.
    RR : Aku punya.
    MM : Omong kosong.
    RR : Terserah.
    MM : Kalau begitu sebutkan, berapa jumlah temanmu?
    RR : Tak ada waktu untuk menghitung hal semacam itu.
    MM : Ah. Tentu saja, Loner.
    RR : Fine. Mungkin sekitar 4000.
    MM : Tadi kau bilang tak ada waktu, lalu muncul 4 digit angka begitu saja? Seriously?
    RR : Pernah dengar social network?
    MM : Maksudmu buku wajah?
    RR : Jenius.
    MM : Ckckck, menyedihkan. Kau bahkan tak tahu apa yang kau sebut teman.
    RR : Maksudmu?
    MM : Teman itu apa?
    RR : Teman ya teman.
    MM : Yaitu?
    RR : Seseorang yang menemanimu setiap saat.
    MM : Hah! Dan kau punya 4000 orang yang menemanimu setiap saat?
    RR : Lupakan angka itu. Oke, ralat, teman adalah seseorang yang menemanimu, saat suka dan duka. Bagaimana?
    MM : Kau menggunakan kata ‘menemani’ yang berasal dari kata ‘teman’. Jelaskan, apa yang ia lakukan?
    RR : Ya, bu guru..
    MM : Aku serius.
    RR : Aku bosan. Next topic please?
    MM : No. Definisikan ‘teman’.
    RR : Biarkan aku berpikir.

debe continuar

Advertisement
 

About mia

someone who's trying to love "architectural-drawing" things . . loves art, loves music, such a procrastinator. :p likes to read comics, watch movies, swim, write the journal, never think too much.. & still sttruggling in english writings. Feel free to leave your comments please! X)
Leave a comment

Posted by on December 6, 2011 in capruk cacat, fiksi

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,680 other followers